MasyarakatKelistrikan.WAHANANEWS.CO, Jakarta - Seribu bibit mangrove ditanam PLN UP3 Palu di kawasan Pantai Dupa, Kelurahan Layana, Teluk Palu, Sulawesi Tengah, sebagai aksi nyata menjaga pesisir dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Baca Juga:
PLN Kenalkan Electrifying Lifestyle ke Siswa SDN Cibodas Lewat Sosialisasi Cerdas Energi
Aksi lingkungan itu berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) dan dirangkaikan dengan kegiatan bersih pantai.
PLN UP3 Palu menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan rehabilitasi ekosistem pesisir.
Kawasan Pantai Dupa dipilih karena memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir Teluk Palu.
Baca Juga:
Stargate Mineral Asia Hibahkan 9 Hektare Lahan, PLN Siapkan GITET Strategis di Konawe Utara
Selain menanam mangrove, peserta juga membersihkan area pantai dari sampah.
Kegiatan ini melibatkan pegawai PLN UP3 Palu, tenaga alih daya, serta pegawai dari sejumlah Unit Layanan Pelanggan atau ULP.
Murid dan guru SD Insan Madani juga ikut ambil bagian dalam aksi lingkungan tersebut.
Mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota atau PWK Universitas Tadulako turut dilibatkan dalam kegiatan lapangan itu.
Komunitas Mangrove Rangers Kota Palu juga ikut mendukung penanaman mangrove dan aksi bersih pantai tersebut.
Perwakilan Manager PLN UP3 Palu, Alfhais Billy Wahongan, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk komitmen PLN dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.
Menurut Alfhais, PLN tidak hanya berperan dalam menyediakan layanan kelistrikan, tetapi juga ikut mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kawasan pesisir.
"Melalui kegiatan bersih pantai dan penanaman mangrove ini, PLN ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya menjadi bagian dari strategi perusahaan, tetapi juga budaya yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Alfhais.
Ia menjelaskan, penanaman mangrove memiliki manfaat jangka panjang bagi perlindungan pesisir.
Mangrove dinilai berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi dampak abrasi pantai.
Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Alfhais juga menilai pelibatan pelajar, mahasiswa, komunitas, dan pegawai PLN menjadi bagian penting dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Kolaborasi lintas unsur tersebut diharapkan dapat memperluas dampak edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Ketua Program Studi PWK Universitas Tadulako, Iwan Setiawan Basri, turut mengapresiasi kegiatan yang melibatkan banyak pihak tersebut.
Ia menilai kolaborasi antara dunia akademik, perusahaan, sekolah, dan komunitas dapat menjadi ruang belajar langsung bagi generasi muda.
"Kegiatan seperti ini memberikan ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan," ujar Iwan.
Menurut Iwan, mahasiswa tidak cukup hanya mempelajari konsep pengelolaan wilayah pesisir di ruang kelas.
Kegiatan lapangan seperti penanaman mangrove memberikan pengalaman nyata mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir.
Ia juga menilai aksi tersebut dapat memperkuat kesadaran mahasiswa tentang hubungan antara tata ruang, lingkungan, dan keberlanjutan.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Palu, Ansar, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG.
Menurut Ansar, PLN terus menjalankan berbagai program yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
Ia mengatakan perusahaan memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut menjaga kelestarian alam di wilayah kerja PLN.
"Penanaman 1.000 mangrove hari ini menjadi kontribusi nyata kami dalam mendukung ekosistem pesisir yang lebih sehat dan berkelanjutan," kata Ansar.
Ansar menambahkan, layanan kelistrikan dan kepedulian lingkungan merupakan dua hal yang perlu berjalan beriringan.
PLN, kata dia, ingin memastikan kehadiran perusahaan juga memberi manfaat bagi keberlanjutan lingkungan dan masyarakat.
Melalui penanaman mangrove ini, PLN UP3 Palu berharap kawasan pesisir Pantai Dupa dapat semakin terlindungi.
Program tersebut juga diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau komunitas tertentu.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo atau UID Suluttenggo, Ansar Usman Bangun, mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terlibat.
Ia menilai pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, manfaat kegiatan lingkungan akan lebih luas apabila dilakukan bersama dan berkelanjutan.
Ansar Usman Bangun juga berharap aksi serupa dapat terus digelar di berbagai wilayah kerja PLN.
Kegiatan ini dinilai sejalan dengan komitmen PLN dalam memperkuat budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
PLN juga ingin mendorong terciptanya ekosistem pesisir yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Melalui penanaman 1.000 bibit mangrove dan aksi bersih pantai, PLN UP3 Palu berupaya menanamkan pesan bahwa keberlanjutan harus dimulai dari tindakan nyata.
Aksi di Pantai Dupa menjadi contoh kolaborasi sederhana tetapi penting dalam menjaga masa depan lingkungan pesisir Teluk Palu.
Caption: PLN UP3 Palu menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan Pantai Dupa, Teluk Palu, Sulawesi Tengah, untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
[Redaktur: Sandy].