MasyarakatKelistrikan.WAHANANEWS.CO - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN terus mempercepat pemulihan jaringan distribusi listrik pascabencana di Provinsi Aceh melalui sinergi lintas sektor.
Koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat menjadi faktor penting untuk membuka akses ke wilayah terdampak dan memperlancar mobilisasi material maupun personel.
Baca Juga:
PLN Gandeng Pemda dan Aparat Buka Akses, Listrik Aceh Tengah Berangsur Normal
Dari total sekitar 6.500 desa di Aceh, saat ini masih terdapat 176 desa yang belum menyala akibat dampak bencana.
Desa-desa tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, antara lain Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Barat. Terputusnya akses jalan dan kondisi medan yang berat menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pemulihan kelistrikan di Aceh tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar setiap tahapan berjalan aman dan tepat sasaran.
Baca Juga:
BNPB Targetkan Huntara di Kabupaten Agam Rampung Sebelum Ramadhan
“PLN berkomitmen menjalankan arahan pemerintah untuk memastikan pemulihan kelistrikan di Aceh berjalan optimal. Seluruh tim kami bergerak dengan semangat kebersamaan, berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat agar setiap tahapan pemulihan dapat dilakukan dengan aman dan tepat sasaran,” ujar Darmawan.
Ia menambahkan, melalui koordinasi tersebut, PLN berupaya memastikan akses menuju desa-desa terisolir dapat segera dibuka sehingga proses perbaikan jaringan distribusi dapat dipercepat.
“Kami memahami kondisi di lapangan sangat menantang, namun dengan kolaborasi lintas sektor, kami optimistis pemulihan dapat dilakukan lebih cepat sehingga listrik kembali menyala dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan titik-titik krusial yang menjadi prioritas pemulihan dan menyiagakan tim di posko-posko terdekat.
“Saat ini masih terdapat 176 desa yang belum menyala karena akses menuju lokasi masih terus diperbaiki. Tim kami telah bersiaga dan siap melakukan percepatan perbaikan segera setelah kondisi memungkinkan,” jelas Eddi.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses pemulihan dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja bagi personel PLN dan masyarakat sekitar.
“Seluruh tim bekerja dengan prinsip kehati-hatian, mengutamakan keselamatan, namun tetap responsif dan terukur agar proses pemulihan dapat berjalan optimal,” pungkasnya.
Upaya kolaboratif PLN tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjangkau wilayah terpencil yang terdampak bencana.
“Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk PLN, TNI, Polri, dan pemerintah daerah, kami melihat proses pemulihan berjalan lebih terkoordinasi. Ini sangat membantu masyarakat di desa-desa terdampak,” ujar Suhaidi.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]