MasyarakatKelistrikan.WAHANANEWS.CO Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan tanggung jawab kemasyarakatan, PLN Sumedang melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menyelenggarakan kegiatan "PLN Berbagi Bingkisan Ramadan". Program ini menyasar ratusan penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim, keluarga dhuafa, serta para guru ngaji di berbagai wilayah di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Majalengka.
Pada kesempatan yang sama, Manager PLN UP3 Sumedang, Ramdani Agustiyansah menuturkan, bantuan tersebut berasal dari zakat pegawai.
Sumber dana utama dari aksi sosial ini berasal dari zakat penghasilan para pegawai muslim PLN yang dikelola secara profesional melalui YBM PLN. Setiap bulannya, para pegawai menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk membantu sesama, salah satunya dengan kegiatan hari ini. Total 76 paket sembako untuk keluarga prasejahtera, 50 santunan anak yatim atau dhuafa, serta 35 santunan untuk guru mengaji. Kami berharap seluruh penerima manfaat berkenan mendoakan kami, pegawai dan PLN agar dapat terus bekerja dengan baik dan selamat, sehingga mampu melayani masyarakat dan menyalurkan listrik dengan aman dan andal”ungkap Ramdani.*
Kegiatan ini bukan sekadar bantuan seremonial, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan PLN untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan sosial.
Baca Juga:
PLN UP3 Indramayu Hadirkan Terang bagi Madrasah dan Mushola Lewat Light Up The Dream
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo menyatakan, bahwa program ini adalah bentuk rasa syukur perusahaan atas kepercayaan masyarakat selama ini.
"PLN tidak hanya bertugas menerangi rumah-rumah penduduk dengan listrik, tetapi kami juga memiliki misi untuk 'menerangi' kehidupan sosial melalui program keberlanjutan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa keberadaan PLN dirasakan manfaatnya secara langsung oleh mereka yang membutuhkan, agar anak yatim tetap bersemangat untuk menggapai cita – citanya, agar dapat mengurangi beban para keluarga prasejahtera, serta bentuk apresiasi bagi guru mengaji yang telah berjasa menjaga moral bangsa,"tutup Sugeng.
[sutrisno simorangkir]