MasyarkatKelistrikanWAHANANEWS. CO Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus didorong dari daerah. PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumedang menghadirkan solusi nyata bagi sektor pertanian dengan menyalurkan bantuan alat mesin pertanian berupa pembangunan rumah pompa dan pompa air listrik kepada tiga kelompok tani di Kabupaten Sumedang.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang difokuskan pada peningkatan produktivitas pertanian. Bantuan tersebut diberikan kepada Kelompok Tani Bina Usaha di Desa Marongge, Kelompok Tani Harapan di Desa Keboncau, serta Kelompok Tani Jati Asih di Desa Karyamukti.
Baca Juga:
Listrik Padam Jelang Acara Puncak Perayaan Hari Jadi ke-348, Kota Gunungsitoli Gelap
Kehadiran pompa air listrik menjadi angin segar bagi para petani, terutama di wilayah yang selama ini bergantung pada curah hujan. Dengan sistem irigasi yang lebih terjamin, petani kini memiliki peluang meningkatkan frekuensi tanam dan panen.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi PLN dalam mendukung sektor pertanian di daerahnya.
“Terima kasih pada PLN untuk bantuan pompa air listrik melalui TJSL, dengan pompa air listrik ini petani yang tadinya 1 kali panen, bisa sampai 3 kali panen setiap tahunnya sehingga bantuan ini sangat bermanfaat dan berdampak bagi petani. Selain itu juga lebih hemat 25 persen jika dibandingkan menggunakan pompa air berbahan bakar solar, serta sangat mendukung sekali ketahanan pangan di Indonesia, terutama di Kabupaten Sumedang,” ujar Dony.
Ia menambahkan, ke depan pemerintah daerah akan terus mengidentifikasi wilayah tadah hujan yang memiliki potensi sumber air, untuk kemudian dimanfaatkan melalui sistem pompa listrik yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan mudah dioperasikan oleh petani.
Baca Juga:
Direktur PLN Suroso Isnandar Terpilih Jadi Anggota MWA UGM Periode 2026–2031
Manager PLN UP3 Sumedang, Ramdani Agustiyansah, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata peran PLN dalam mendorong produktivitas masyarakat.
“Melalui program TJSL ini, PLN menghadirkan solusi kelistrikan yang produktif bagi sektor pertanian. Pompa air listrik yang diberikan diharapkan dapat membantu petani dalam memenuhi kebutuhan irigasi secara lebih efisien, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, baik pemerintah daerah, kelompok tani, maupun stakeholder lainnya yang telah bersinergi dalam mendukung terlaksananya program ini. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujar Ramdani.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan pompa listrik ini sejalan dengan program dedieselisasi, yakni peralihan dari bahan bakar diesel ke energi listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan PLN mencapai Rp349 juta, mencakup pembangunan rumah pompa, pengadaan pompa air listrik, sistem perpipaan, hingga penyambungan jaringan listrik.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa PLN terus bertransformasi untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Langkah ini merupakan bagian dari transformasi PLN untuk menjadi lebih dari sekadar perusahaan penyedia layanan kelistrikan, namun menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui bantuan TJSL di bidang pertanian, kami ingin memastikan bahwa energi listrik menjadi penggerak ekonomi bagi para petani. Inilah bentuk kontribusi kami dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan di wilayah Jawa Barat,” ungkapnya.
Dengan hadirnya pompa air listrik ini, aktivitas pertanian di Sumedang diharapkan semakin produktif dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar bantuan, program ini menjadi titik awal perubahan dari pertanian yang bergantung pada musim, menuju pertanian yang lebih mandiri, efisien, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
[Effriani simamora]