MasyarakatKelistrikanWAHANANEWS.CO — Di tengah perjuangan yang tidak ringan, kehadiran kepedulian menjadi energi penting bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit. Hal itulah yang dirasakan oleh Zahra, seorang anak di Depok yang harus menjalani transfusi darah rutin setiap dua minggu sekali akibat thalasemia.
Melalui momentum Hari Kartini, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN bersama Srikandi PLN UP3 Depok hadir memberikan dukungan moral dan bantuan sebagai bentuk nyata kepedulian kepada sesama. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi penyemangat bagi Zahra dan keluarganya untuk terus bertahan dan melangkah dengan harapan.
Baca Juga:
PLN dan YBM Hadirkan Service Gratis untuk Ladies Ojol di Sukabumi
Di usia yang masih belia, Zahra menjalani hari-harinya dengan keteguhan yang luar biasa. Rutinitas pengobatan yang harus dijalani tentu menjadi tantangan besar, baik secara fisik maupun mental. Namun, dukungan dari lingkungan sekitar, termasuk dari PLN, menjadi kekuatan tambahan bagi keluarga dalam menghadapi kondisi tersebut.
Program ini merupakan wujud empati dan solidaritas insan PLN yang secara konsisten menyalurkan sebagian rezekinya melalui YBM PLN untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran PLN dalam kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa peran perusahaan tidak hanya sebatas menghadirkan listrik, tetapi juga membawa energi kepedulian di tengah masyarakat.
Semangat Hari Kartini menjadi refleksi bahwa ketangguhan dan harapan dapat tumbuh dari siapa saja, termasuk dari sosok kecil seperti Zahra yang terus berjuang tanpa menyerah. Nilai-nilai tersebut menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berbagi dan menguatkan satu sama lain.
Baca Juga:
Trafo Sisipan Tingkatkan Keandalan Listrik di Kuningan
PLN UP3 Depok melalui YBM dan Srikandi PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang memberikan dampak nyata. Harapannya, setiap bantuan yang disalurkan tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga menghadirkan semangat baru dan keyakinan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi ujian kehidupan.
[Effriani Simamora]