MasyarakatKelistrikan.com | Tak dapat dipungkiri, listrik menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat di zaman kiwari. Beragam aktivitas sehari-hari dilakukan dengan bantuan listrik.
Di Indonesia sendiri, Perusahaan Listrik Negara (PLN) bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Ada dua jenis layanan listrik yang ditetapkan PLN, yakni prabayar dan pascabayar.
Sebelum ini, PLN hanya menerapkan layanan listrik pascabayar, di mana pelanggan wajib membayar keseluruhan penggunaan listrik di setiap bulannya.
Namun, seiring berjalannya waktu dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, PLN menghadirkan layanan prabayar yang dinilai lebih terkontrol.
Baca Juga:
Kisah Petugas PLN Siaga Layani Masyarakat di Posko Mudik BUMN
Sementara dalam hal pemakaian, tak ada yang berbeda dari kedua jenis layanan tersebut. Keduanya menerapkan tarif listrik yang sama.
Perbedaan Listrik Prabayar dan Pascabayar
Mengutip dari CNNIndonesia, perbedaan listrik prabayar dan pascabayar utamanya terletak pada metode pembayaran. Sesuai dengan namanya, 'pascabayar' berarti dibayar setelah penggunaan. Sementara 'prabayar', dibayar atau dibeli sebelum digunakan.
Layanan listrik prabayar dianggap bisa membantu menghemat pengeluaran masyarakat.
Layanan ini dilakukan dengan sistem pulsa. Pelanggan dipersilakan membeli pulsa sesuai kemampuan masing-masing, untuk kemudian dapat menggunakan listrik.
Pulsa biasanya akan berupa nomor token yang dimasukkan ke dalam alat meteran listrik. Jika berhasil, pulsa bertambah dan listrik pun bisa digunakan.
Dengan cara ini, pelanggan dianggap dapat mengendalikan pemakaian listrik. Pelanggan dapat melihat sisa pulsa listrik yang tersisa untuk kemudian mulai berhemat.
Namun, jika pelanggan tak cermat dan rajin mengecek sisa pulsa, listrik bisa saja tiba-tiba padam karena habis. Untuk itu, pelanggan disarankan agar rutin mengecek sisa pulsa untuk berjaga-jaga.
Kelebihan Listrik Prabayar
1. Pelanggan bisa mengontrol penggunaan listrik
2. Penggunaan listrik bisa disesuaikan dengan budget bulanan
3. Tak ada biaya keterlambatan
4. Tak ada biaya beban bulanan
Kekurangan Listrik Prabayar
1. Alat meteran mudah rusak karena sering disentuh saat mengisi token
2. Tak bisa isi ulang di waktu tertentu, pukul 23.00-02.00 WIB
3. Listrik bisa tiba-tiba padam karena pulsa habis tak terkontrol
4. Harus sering mengontrol sisa pulsa untuk berjaga-jaga
Sementara pada layanan listrik pascabayar, pelanggan dipersilakan menggunakan listrik sepuasnya selama satu bulan. Pelanggan kemudian harus membayar total tagihan listrik yang dihitung berdasarkan penggunaan selama sebulan.
Karena tak adanya batasan, sistem pascabayar terkadang membuat penggunaan listrik jadi membengkak. Akibatnya, tiba-tiba tagihan di akhir bulan melonjak karena penggunaan yang tak terkontrol.
Beruntungnya, pengguna layanan pascabayar bisa terhindar dari risiko listrik yang tiba-tiba padam. Pemadaman listrik hanya bisa terjadi saat ada gangguan.
Saat ini, pengguna layanan pascabayar bisa mengubahnya menjadi prabayar dengan mengikuti prosedur-prosedur yang ditentukan.
Kelebihan Listrik Pascabayar
1. Bisa menggunakan listrik sepuasnya tanpa takut pulsa habis
2. Tak perlu repot isi ulang pulsa listrik
3. Listrik tidak akan padam kecuali jika ada gangguan
Kekurangan Listrik Pascabayar
1. Penggunaan bisa jadi lebih boros
2. Tagihan bisa membengkak karena penggunaan yang tidak terkontrol
3. Ada denda keterlambatan pembayaran
4. Ada beban biaya admin dan pajak bulanan
Demikian perbedaan listrik prabayar dan pascabayar. Semoga membantu. [Tio]