MasyarakatkelistrikanWAHANANEWS.CO – PT PLN (Persero) turut mendukung Program Fasilitasi Rumah ASN Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) yang diresmikan di kawasan Casa De Prima, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Program ini menjadi wujud kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan hunian layak, terjangkau, sekaligus ramah lingkungan bagi aparatur sipil negara.
Pada tahap pertama, sebanyak 34 unit rumah dan 9 ruko dari total 60 unit di Cikarang Barat resmi diserahterimakan. Sementara itu, pembangunan lanjutan sebanyak 78 unit rumah di kawasan Cikarang Pusat dijadwalkan mulai berjalan pada awal Juni 2026.
Baca Juga:
Bareskrim Polri Pastikan Penyebab Padam Listrik Sumatra Bukan Sabotase
Dalam program ini, PLN berperan melalui dukungan pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA), material sisa pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yang diolah menjadi bahan konstruksi bernilai guna dan ramah lingkungan. Material FABA dimanfaatkan menjadi batako dan paving block berkualitas tinggi yang diproduksi oleh warga binaan Lapas Kelas I Tangerang untuk mendukung pembangunan rumah ASN tersebut.
Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, menyampaikan bahwa PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“PLN tidak hanya hadir sebagai pemasok energi listrik. Kami hadir sebagai mitra pembangunan bangsa. Inisiatif pemanfaatan FABA ini menjadi bukti bahwa material yang sebelumnya dipandang sebagai limbah dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga:
SPKLU PLN UP3 Bandung Siap Dukung Perjalanan Libur Idul Adha Pengguna Kendaraan Listrik
Program pemanfaatan FABA ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman yang ditandatangani Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto pada awal 2025. Melalui kerja sama tersebut, Lapas di Nusakambangan, Cilacap, dijadikan proyek percontohan pengolahan FABA menjadi material konstruksi.
PLN mendukung program tersebut dengan menyediakan bahan baku FABA secara gratis, membangun fasilitas produksi, serta memberikan pelatihan kepada warga binaan. Program ini kemudian berkembang ke sedikitnya 12 lapas dan rutan di berbagai wilayah Indonesia. Workshop FABA di Nusakambangan bahkan mampu memproduksi hingga 2 juta paving block dan 1 juta batako setiap tahunnya.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dalam sambutannya turut mengapresiasi kontribusi PLN dalam mendukung lahirnya program konstruksi hijau tersebut. Menurutnya, kolaborasi bersama PLN sejak awal telah membuka peluang pemberdayaan bagi warga binaan pemasyarakatan melalui produksi material konstruksi berbahan FABA.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang sejak awal terus berkolaborasi bersama Kemenimipas dalam program pemberdayaan warga binaan ini. Melalui pemanfaatan FABA, warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan produksi, tetapi juga mampu menghasilkan produk konstruksi yang bernilai guna bagi masyarakat,” ujar Agus Andrianto.
Ia juga menambahkan, dengan hasil FABA dari PLN ini juga dapat menghasilkan material pembangunan yang lebih terjangkau.
Manager PLN UP3 Cikarang, Wiedhyarno Arief Wicaksono, menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung keandalan kelistrikan di kawasan hunian ASN tersebut.
“PLN UP3 Cikarang siap memastikan pasokan listrik di kawasan Casa De Prima tetap andal dan optimal sehingga masyarakat dapat tinggal dengan aman dan nyaman,” ungkap Wiedhyarno.
Sementara itu, Pejabat Pelaksana harian General Manager PLN UID Jawa Barat, Mx. Wahyu C. Prasetyo, menambahkan bahwa program ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Melalui program ini, PLN membuktikan bahwa perusahaan energi negara tidak hanya menghadirkan listrik bagi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Dari FABA menjadi hunian, dari warga binaan menjadi tenaga terampil, seluruhnya menjadi bagian dari upaya bersama membangun negeri,” tutup Wahyu.
[Effriani simamora]