Sebagian besar pembangkit listrik berasal dari batubara. Pasokan batubara di Indonesia sangat besar, sehingga tidak bergantung terhadap suplai impor layaknya minyak bumi.
Dampaknya kekuatan energi di Indonesia bisa lebih mandiri, sambil secara perlahan melepaskan diri dari batubara dan mengganti pembangkit listrik kita menggunakan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
Baca Juga:
Gugat UU MD3 ke MK, 5 Mahasiswa Minta Rakyat Bisa Pecat Anggota DPR
Saat rapat antara Badan Anggaran DPR dengan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan sesungguhnya membicarakan agenda besar peralihan energi kita untuk menyehatkan APBN.
“Sayangnya yang digoreng di media sosial hanya penggalan kalimat saya terkait penghapusan daya listrik 450 VA untuk rumah tangga miskin. Pemenggalan ini melepaskan narasi besar dan konteksnya sehingga menimbulkan opini sesat ditengah tengah rakyat,” kata Said.
Dalam hal ini Said ingin meluruskan pemelintiran ini, ditambah serangan terhadap dirinya dinilai ada pihak pihak yang mengorganisir.
Baca Juga:
Bantah Isu Panas, Habiburokhman Tegaskan KUHAP Baru Tutup Peluang Polisi Sadap Tanpa Izin
“Perlu saya jernihkan kembali terkait agenda peralihan energi dari minyak bumi ke listrik,” katanya.
Simak 9 penjelasan Said Abdullah soal pertimbangan penghapusan daya 450 VA.