MasyarakatKelistrikan.com | Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, banyak negara yang tertarik berinvestasi baterai untuk mobil listrik di Indonesia.
Untuk itu, dia menegaskan, pemerintah tidak pernah mendorong hilirisasi baterai mobil listrik hanya dikuasai oleh satu negara.
Baca Juga:
Di Tengah Ketidakpastian Global, Prabowo ke Jepang Bidik Investasi & Ekonomi
"Indonesia harus berada pada satu posisi yang terbuka bagi semua negara, yang melakukan investasi selama tunduk pada Undang-Undang," kata Bahlil dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (01/12/2021).
Bahlil mencontohkan investasi yang sudah mulai masuk adalah, industri baterai mobil listrik dari perusahaan LG asal Korea Selatan sebesar USD9,8 miliar atau Rp 142 triliun (asumsi kurs Rp 14.500 per USD).
Kemudian juga ada CATL asal China sebesar USD5,2 miliar atau Rp 75,4 triliun dengan asumsi yang sama.
Baca Juga:
DIPA 2026 Otorita Resmi Turun, MARTABAT Prabowo-Gibran Imbau Investor Investasi di Ibukota Nusantara
Investasi LG dan CATL tersebut nantinya akan masuk pada rantai pasok mulai dari hulu ke hilir industri baterai mobil listrik di Indonesia.
Masuknya beberapa investasi besar tersebut merupakan bukti nyata bahwa Indonesia mampu mewujudkan target sebagai salah satu pemain industri mobil listrik di dunia.
"Selain China dan Korea, masih ada beberapa negara lain. Termasuk dari Eropa," kata Bahlil.