MasyarakatKelistrikan.WAHANANEWS.CO - Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sejak akhir November 2025 tercatat sebagai salah satu bencana dengan dampak terberat terhadap sistem kelistrikan.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero menyebut skala kerusakan kali ini bahkan melampaui dampak tsunami Aceh 2004.
Baca Juga:
Denpom II/2 Jambi Pastikan Konvoi Sermat Penanggulangan Bencana Sumatra Melaju Aman
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pada bencana tsunami 2004, kerusakan sistem kelistrikan hanya terjadi di delapan titik. Sementara pada banjir kali ini, kerusakan tercatat di ratusan titik jaringan.
“Saat tsunami Aceh 2004, sistem kelistrikan yang rusak ada di delapan titik. Kali ini terdapat 442 titik yang terdampak,” kata Darmawan dalam rapat bersama DPR RI, kementerian, dan lembaga yang disiarkan melalui YouTube, dikutip Minggu (11/1/2026).
Besarnya skala kerusakan tersebut membuat proses pemulihan tidak hanya berfokus pada satu wilayah, tetapi dilakukan secara serentak di banyak kabupaten.
Baca Juga:
PLN Bangun Fondasi Listrik Jangka Panjang di Huntara Aceh Tamiang
Meski demikian, PLN mencatat kemajuan signifikan di sejumlah daerah, terutama wilayah yang akses logistiknya relatif cepat pulih.
Di Kabupaten Bireuen, aliran listrik telah kembali menyala di 607 dari 609 desa. Di Kabupaten Aceh Barat, dari total 322 desa, hanya satu desa yang belum kembali berlistrik.
Sementara di Kabupaten Pidie Jaya, seluruh 222 desa telah kembali mendapatkan pasokan listrik.