“Pemulihan kami lakukan bertahap dengan memprioritaskan keselamatan sistem dan petugas, sekaligus memastikan listrik kembali menyala secepat mungkin untuk masyarakat,” ujar Darmawan.
Namun, Darmawan menjelaskan bahwa cepatnya pemulihan jaringan listrik di sejumlah wilayah tidak selalu berbanding lurus dengan kondisi rumah pelanggan.
Baca Juga:
Silaturahmi dan Peresmian Kantor Baru GRIB Jaya Provinsi Jambi "Nuansa Baru Semangat Baru"
Di beberapa daerah, jaringan listrik sudah pulih, tetapi kerusakan rumah warga masih sangat besar akibat terjangan banjir.
Di Kabupaten Aceh Utara, lebih dari 80 ribu rumah terdampak banjir, dengan sekitar 13 ribu unit mengalami rusak berat dan 20 ribu unit rusak sedang.
Kondisi serupa juga terjadi di Aceh Tamiang, di mana dari 209 desa hanya tujuh desa yang masih padam, namun lebih dari 38 ribu rumah pelanggan PLN terdampak.
Baca Juga:
AWaSI Jambi Peringati HUT ke-3 dengan Media Gathering dan Launching Program Kerja 2026 di Muaro Bungo
“Ada daerah yang pemulihan listriknya cepat, tetapi jumlah rumah pelanggan yang terdampak sangat banyak. Ini menunjukkan tingkat keparahan bencana yang berbeda-beda,” jelas Darmawan.
PLN juga mencatat dampak signifikan di Kabupaten Aceh Timur, dengan 491 dari 513 desa telah kembali menyala, sementara lebih dari 11 ribu rumah terdampak.
Di Kabupaten Bireuen, meski hanya dua desa yang masih padam, jumlah rumah terdampak mencapai lebih dari 31 ribu unit.