Selain meninjau BPBL, Wapres juga berdialog dengan warga penerima manfaat dan mendorong pemanfaatan listrik untuk kegiatan bernilai tambah, seperti pengolahan hasil pertanian, perikanan, dan usaha kreatif desa.
“Ini saya mohon karena listriknya sudah tersambung, nanti adik-adik kalau malam tolong dengan listrik yang sudah ada, belajar yang rajin, ya. Bapak, ibu, juga bisa melakukan aktivitas di malam hari,” pesannya.
Baca Juga:
Terang Hingga ke Pelosok, PLN Bangun Jaringan Listrik Perdesaan di Kampung Benteng, Desa Lanamai II
Sementara itu, Bupati Nias Ya’atulo Gulo menyampaikan bahwa perluasan akses listrik akan mempercepat perputaran ekonomi desa dan mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah di Kabupaten Nias.
“Di Kabupaten Nias ada 170 desa, masih 5 desa lagi yang masih gelap gulita sama sekali, dan perhatian pemerintah pusat telah mendorong progres yang signifikan tahun ini,” jelasnya.
Ia optimistis lisdes akan menjadi pemicu tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di desa, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Capaian Listrik Nasional 2025, Dorong Akselerasi Transisi Energi Bersih
“Kami berkeyakinan bahwa program ini dapat memberikan akses yang lebih baik dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus perekonomian masyarakat Kabupaten Nias,” imbuh Ya’atulo.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]