MasyarakatkelistrikanWAHANNEWS.CO - Upaya perlindungan masyarakat terus diperkuat PLN UP3 Cirebon dengan langkah sederhana namun berdampak besar: pemasangan rambu bahaya listrik di sejumlah titik jaringan distribusi 20 kV. Melalui Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), PLN menghadirkan pengingat visual langsung di lapangan agar masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di sekitar jaringan listrik.
Di tengah aktivitas warga yang semakin beragam, mulai dari pembangunan rumah, pemangkasan pohon, hingga penggunaan alat kerja berukuran panjang, pemahaman risiko bahaya ketenagalistrikan kerap tidak disadari. Rambu-rambu yang dipasang menjadi “alarm diam” yang mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas bersama.
Baca Juga:
Dari Mandalika untuk Dunia, ALPERKLINAS: PLN Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Global
Bagi masyarakat, rambu ini bukan sekadar tanda peringatan, tetapi juga sarana edukasi yang mudah dipahami. Warga diingatkan untuk tidak mendekati jaringan listrik, terutama saat membawa benda panjang seperti bambu, antena, tiang provider, atau alat kerja lainnya. Jarak aman menjadi hal krusial, di mana masyarakat dianjurkan untuk menjaga jarak minimal sekitar 3 meter dari jaringan listrik guna menghindari potensi sengatan listrik maupun loncatan arus.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menerbangkan layang-layang di dekat jaringan, tidak mendirikan bangunan terlalu dekat dengan kabel listrik, serta berhati-hati saat memangkas pohon di sekitar jaringan. Langkah-langkah sederhana ini dinilai mampu menekan risiko kecelakaan kelistrikan yang dapat berdampak fatal.
Manager PLN UP3 Cirebon, Muhammad Ardian, menyampaikan bahwa pemasangan rambu bahaya listrik merupakan salah satu bentuk nyata komitmen PLN dalam mengedepankan aspek keselamatan publik.
“Pemasangan rambu bahaya listrik oleh Tim PDKB UP3 Cirebon merupakan bagian dari upaya kami untuk mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di dekat jaringan 20 kV. Kami ingin memastikan bahwa keselamatan masyarakat selalu menjadi prioritas, karena pencegahan yang dilakukan sejak dini sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan kelistrikan,” ujar Muhammad Ardian.
Baca Juga:
PLN Luncurkan GIGA ONE untuk PLTS 1,2 GW, ALPERKLINAS: Lompatan Strategis Energi Bersih
Ia menambahkan bahwa edukasi keselamatan kelistrikan harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga jarak aman dari jaringan listrik. Menurutnya, keandalan layanan listrik harus berjalan seiring dengan upaya perlindungan kepada masyarakat di sekitar infrastruktur kelistrikan. Melalui pemasangan rambu ini, PLN berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lebih aman
[Effriani simamora]