MasyarakatKelistrikan.WAHANANEWS.CO - Upaya pemulihan pasokan listrik pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah terus dilakukan PT PLN (Persero) melalui kolaborasi lintas sektor.
Di tengah tantangan akses jalan yang terbatas dan kondisi medan yang berat, sinergi antara PLN, Pemerintah Daerah (Pemda), TNI, Polri, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan jaringan kelistrikan.
Baca Juga:
Kolaborasi Jadi Kunci, PLN Percepat Pemulihan Kelistrikan di Aceh
Hingga saat ini, PLN secara bertahap berhasil menormalkan 323 gardu distribusi dan kembali menyalurkan listrik ke 184 desa di Aceh Tengah.
Meski demikian, proses pemulihan masih dihadapkan pada keterbatasan akses darat menuju sejumlah wilayah terdampak, sehingga membutuhkan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk membuka jalur distribusi material dan peralatan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pemulihan listrik di wilayah terdampak bencana tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah.
Baca Juga:
BNPB Targetkan Huntara di Kabupaten Agam Rampung Sebelum Ramadhan
“Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Pemda, TNI, Polri, serta masyarakat setempat untuk membuka akses menuju wilayah yang masih terisolasi. Kolaborasi ini menjadi kunci agar perbaikan sistem kelistrikan dapat segera dilakukan,” ujar Darmawan dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (11/1/2026).
Sebagai bentuk sinergi dalam kondisi darurat, PLN juga bekerja sama dengan TNI mengirimkan genset ke RSUD Takengon melalui jalur udara. Langkah ini diambil untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan meski jaringan distribusi listrik utama masih dalam tahap pemulihan.
Menurut Darmawan, begitu akses jalan darat dinyatakan aman, PLN akan segera meningkatkan intensitas perbaikan jaringan distribusi dan gardu yang terdampak.
“Begitu akses darat aman untuk dilakukan pengangkutan material, kami akan langsung bergerak cepat melanjutkan pemulihan jaringan agar listrik dapat segera kembali dinikmati masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus mengupayakan penormalan 139 gardu distribusi yang terdampak di Kabupaten Aceh Tengah.
Seluruh proses dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan keselamatan petugas.
“Kami terus melakukan perbaikan gardu distribusi, jaringan, serta sarana pendukung lainnya dengan menyesuaikan kondisi medan. Keselamatan kerja dan keandalan sistem tetap menjadi prioritas utama,” jelas Eddi.
Kolaborasi yang dilakukan PLN mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menilai sinergi antara PLN dan seluruh unsur terkait telah membantu masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
“PLN bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus bekerja di lapangan. Atas nama pemerintah dan masyarakat Aceh Tengah, kami mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi yang telah dilakukan untuk memulihkan pasokan listrik,” kata Haili.