MasyarakatKelistrikanWAHANANEWS.CO - Akses air bersih yang layak sekaligus peluang ekonomi kini mulai dirasakan Pondok Pesantren An-Najah, Tasikmalaya. Melalui kolaborasi Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan Srikandi PLN, PT PLN (Persero) UP3 Tasikmalaya menyalurkan bantuan fasilitas depot air minum guna mendukung aktivitas harian santri sekaligus membuka ruang usaha mandiri di lingkungan pesantren.
Kehadiran depot air minum ini memberikan manfaat langsung bagi para santri. Kebutuhan air minum yang sebelumnya terbatas kini dapat terpenuhi dengan lebih mudah, higienis, dan terjangkau. Tidak hanya itu, fasilitas ini juga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi pesantren melalui pengelolaan usaha air minum isi ulang yang dapat melayani masyarakat sekitar.
Baca Juga:
Tak Sekadar Listrik, PLN Tanamkan Mindset Energi Bersih ke Generasi Muda
Langkah ini dinilai menjadi solusi berkelanjutan, karena tidak berhenti pada bantuan semata, melainkan mendorong pesantren untuk tumbuh mandiri secara ekonomi. Dengan adanya unit usaha ini, pesantren diharapkan mampu mengelola kebutuhan internal sekaligus memperluas manfaat bagi lingkungan sekitar.
Manager PT PLN (Persero) UP3 Tasikmalaya, Yudho Rahadianto, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada bantuan sesaat, tetapi juga mendorong keberlanjutan ekonomi pesantren melalui pengelolaan usaha yang produktif. Dengan adanya depot air minum ini, pesantren diharapkan mampu memenuhi kebutuhan internal sekaligus melayani masyarakat sekitar.
“Melalui program Amal Usaha Berbasis Pesantren ini, kami ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan mampu memberikan nilai tambah jangka panjang. Tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penggerak kemandirian ekonomi pesantren sehingga dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Yudho.
Dari sisi penerima manfaat, bantuan ini dirasakan sangat membantu dalam menunjang aktivitas sehari-hari di lingkungan pesantren. Selain memenuhi kebutuhan air minum santri, keberadaan depot juga menjadi langkah awal dalam membangun unit usaha yang berkelanjutan.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Listrik Mandiri untuk Mushola Ar-Ridho di Indramayu
Ust. Abu Fauzana As Sukandary selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren An-Najah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Kehadiran depot air minum ini dinilai sangat membantu dalam mendukung aktivitas sehari-hari santri serta menjadi langkah awal dalam mengembangkan unit usaha pesantren yang mandiri dan berkelanjutan.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
“Program Amal Usaha Berbasis Pesantren merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung kemandirian ekonomi lembaga pendidikan keagamaan. Kami percaya bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pembinaan moral dan spiritual, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha produktif yang berdampak bagi kesejahteraan umat. Melalui program ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi pemicu tumbuhnya unit usaha yang berkelanjutan, sehingga pesantren mampu mandiri, berdaya saing, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar,” ungkap Sugeng.
Melalui program ini, PLN tidak hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga mendorong perubahan yang lebih luas, mulai dari terpenuhinya kebutuhan dasar hingga terbukanya peluang ekonomi baru. Dampaknya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga berkembang sebagai pusat pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.
[Effriani simamora]