MasyarakatKelistrikan.WAHANANEWS.CO PT PLN (Persero) UP3 Majalaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran ajang olahraga nasional dengan memastikan keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan Proliga 2026 Putaran Pertama Minggu Ketiga di GOR Indoor Sabilulungan Si Jalak Harupat Sport Center, Kabupaten Bandung.
Sepanjang rangkaian pertandingan, PLN menjamin suplai listrik berjalan aman dan andal tanpa gangguan, guna mendukung kenyamanan atlet, ofisial, serta penonton yang hadir di venue.
Baca Juga:
Penjualan Listrik PLN Cianjur Tumbuh 4,45 Persen, Dukung Aktivitas Masyarakat
Manager PLN UP3 Majalaya, Widodo, mengatakan keterlibatan PLN dalam ajang Proliga merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mensukseskan kegiatan strategis nasional, khususnya di bidang olahraga.
“PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra penyelenggara untuk memastikan stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan selama pertandingan berlangsung,” ujar Widodo.
Ia menjelaskan, kawasan GOR Indoor Sabilulungan Si Jalak Harupat Sport Center didukung dengan kapasitas daya terpasang sebesar 1.110 kVA. Daya tersebut mencukupi seluruh kebutuhan kelistrikan, mulai dari pertandingan, pencahayaan arena, sistem audio, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Baca Juga:
PLN UP3 Karawang Dorong Pemenuhan Kebutuhan Listrik lewat Promo Gebyar Awal Tahun 2026
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, PLN UP3 Majalaya mendirikan Posko Siaga Kelistrikan yang beroperasi penuh selama empat hari pelaksanaan Proliga hingga Minggu. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi pengamanan pasokan listrik selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, petugas PLN juga disiagakan di sejumlah titik strategis di area venue dan sekitarnya untuk mengantisipasi potensi gangguan serta memastikan respons cepat apabila terjadi kendala teknis.
Tidak hanya berfokus pada kesiapan teknis, PLN UP3 Majalaya juga menghadirkan pelayanan yang bersifat humanis melalui Posko Siaga. Di posko tersebut, PLN menyediakan kopi dan makanan ringan yang dapat dinikmati oleh petugas maupun masyarakat umum.