Alfhais juga menilai pelibatan pelajar, mahasiswa, komunitas, dan pegawai PLN menjadi bagian penting dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Kolaborasi lintas unsur tersebut diharapkan dapat memperluas dampak edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Baca Juga:
PLN Kenalkan Electrifying Lifestyle ke Siswa SDN Cibodas Lewat Sosialisasi Cerdas Energi
Ketua Program Studi PWK Universitas Tadulako, Iwan Setiawan Basri, turut mengapresiasi kegiatan yang melibatkan banyak pihak tersebut.
Ia menilai kolaborasi antara dunia akademik, perusahaan, sekolah, dan komunitas dapat menjadi ruang belajar langsung bagi generasi muda.
"Kegiatan seperti ini memberikan ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan," ujar Iwan.
Baca Juga:
Stargate Mineral Asia Hibahkan 9 Hektare Lahan, PLN Siapkan GITET Strategis di Konawe Utara
Menurut Iwan, mahasiswa tidak cukup hanya mempelajari konsep pengelolaan wilayah pesisir di ruang kelas.
Kegiatan lapangan seperti penanaman mangrove memberikan pengalaman nyata mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir.
Ia juga menilai aksi tersebut dapat memperkuat kesadaran mahasiswa tentang hubungan antara tata ruang, lingkungan, dan keberlanjutan.