“Pengoperasian penuh transmisi Pangkalan Brandan–Langsa memperkuat interkoneksi Aceh–Sumatra. Dengan sistem yang kembali berlapis, stabilitas penyaluran daya dapat dijaga dengan lebih baik, sehingga layanan listrik bagi masyarakat dapat terus terjaga,” kata Amiruddin.
Sebelumnya, PLN juga telah mengoperasikan jalur kedua transmisi Arun–Bireuen.
Baca Juga:
Percepat Meterisasi PJU, PLN UP3 Sumedang dan Pemda Bersinergi Tingkatkan Akurasi Perhitungan Listrik Hingga Efisiensi Daerah
Rangkaian penguatan transmisi ini menunjukkan bahwa pemulihan kelistrikan Aceh tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui pendekatan sistemik yang menempatkan transmisi sebagai tulang punggung pemulihan.
Amiruddin menambahkan, interkoneksi yang kuat menjadi fondasi penting agar kebutuhan listrik masyarakat, fasilitas vital, dan aktivitas ekonomi dapat berjalan secara berkelanjutan, tidak hanya pada masa pemulihan, tetapi juga dalam jangka panjang.
Apresiasi terhadap langkah PLN juga disampaikan Pemerintah Aceh. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menilai penguatan infrastruktur kelistrikan berperan besar dalam mengembalikan kepercayaan dan aktivitas masyarakat pascabencana.
Baca Juga:
Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025
“Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyampaikan apresiasi kepada PLN atas upaya berkelanjutan dalam memulihkan sekaligus memperkuat keandalan listrik Aceh. Keandalan listrik ini sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat, layanan publik, serta mendorong pemulihan ekonomi daerah,” ujar Fadhlullah.
Dengan sistem interkoneksi yang kembali terhubung, PLN menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai penghubung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh dengan wilayah Sumatra secara keseluruhan.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]