Lebih jauh lagi, program ini juga berkontribusi terhadap pengurangan sampah plastik di Kabupaten Malang hingga 24 ton per tahun, sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan.
Pendampingan dalam mengelola bank sampah dari proses pemilahan, pengolahan, hingga penjualannya menjadi salah satu program bantuan Bank Sampah binaan PLN ES di Kampung Tape. [WAHANANEWS.CO/PLN].
Baca Juga:
KPK Ungkap Dugaan Jatah Rp100 Juta per Pekan untuk Silmy Karim dari Pengurusan Izin Tinggal WNA
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PLN ES dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi peran aktif PLN Electricity Services dalam mendukung pengelolaan sampah di Kabupaten Malang. Program ini tidak hanya membantu mengurangi beban lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Sinergi seperti ini sangat penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” ujar Lathifah.
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib saat menyampaikan sambutan memberikan apresiasi atas program TJSL yang dilakukan di Kabupaten Malang. [WAHANANEWS.CO/PLN]
Baca Juga:
Bukan Soal Nilai atau IQ, Ini 7 Ciri Orang Cerdas yang Jarang Disadari
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Kampung Tape (KATA), Ida Dwi Fitria, mengungkapkan bahwa program ini membawa perubahan besar bagi kelompoknya.
Ida Dwi Fitria selaku ketua Bank Sampah Kampung Tape menyampaikan terima kasih atas bantuan gerobak sampah listrik dan alat pengolahan sampah plastik. [WAHANANEWS.CO/PLN].
“Dulu kami mengelola sampah dengan sangat terbatas, baik dari segi fasilitas maupun pengetahuan. Setelah adanya bantuan dan pendampingan dari PLN Electricity Services, kami bisa meningkatkan kapasitas pengolahan dan mendapatkan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Ini sangat membantu meningkatkan kesejahteraan anggota kami,” ungkap Ida.