Pemanfaatan listrik di Sidrap turut mendukung Program Optimalisasi Lahan dan Listrik Masuk Sawah yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Petani Sidrap hemat hingga jutaan rupiah per bulan.
Baca Juga:
Korban Begal Rp343 Juta di Dairi Ternyata Rekayasa, Uang Perusahaan Habis Main Judol
Di kawasan persawahan Gabungan Kelompok Tani Duampanua, Desa Baranti, petani mulai memanfaatkan listrik untuk mengoperasikan pompa irigasi.
Kawasan persawahan seluas kurang lebih 1.750 hektare itu kini memiliki 11 titik pompa listrik.
Pompa listrik tersebut telah beroperasi sejak April 2026.
Baca Juga:
PLN UP3 Tanjung Karang Perkuat Pelayanan Pelanggan Lewat Refreshment PS4
Sebelumnya, petani menggunakan pompa air berbahan bakar gas dan diesel dengan biaya operasional yang relatif tinggi.
Dalam sehari, petani membutuhkan sekitar tiga tabung LPG 3 kilogram untuk menjalankan pompa air.
Total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp75 ribu per hari atau sekitar Rp2,25 juta per bulan.