Sebelum menggunakan listrik PLN, kebutuhan energi peternakan dipenuhi melalui pembangkit diesel.
Biaya produksi energi dengan diesel mencapai sekitar Rp4.500 per kWh.
Baca Juga:
Korban Begal Rp343 Juta di Dairi Ternyata Rekayasa, Uang Perusahaan Habis Main Judol
Setelah beralih ke listrik PLN, biaya energi turun menjadi sekitar Rp1.100 per kWh.
Sebelumnya, biaya operasional energi peternakan mencapai Rp240 juta per bulan.
Kini biaya operasional energi turun menjadi sekitar Rp60 juta per bulan.
Baca Juga:
PLN UP3 Tanjung Karang Perkuat Pelayanan Pelanggan Lewat Refreshment PS4
Dengan perubahan tersebut, peternakan mampu menghemat biaya hingga Rp180 juta setiap bulan.
Direktur CV Cahaya Tiga Putri, Usman Appas, mengatakan kehadiran listrik PLN mendukung pengelolaan usaha yang lebih efisien.
“Dengan listrik PLN, kegiatan operasional peternakan menjadi jauh lebih hemat, mudah, dan efisien,” kata Usman.