Ia optimistis pemanfaatan listrik pada sistem pompanisasi dapat mendukung peningkatan frekuensi panen hingga tiga kali dalam setahun.
“Kami sebagai perwakilan warga serta petani mengucapkan terima kasih atas upaya PLN dalam menghadirkan pompanisasi listrik,” ujar Syaharuddin.
Baca Juga:
Korban Begal Rp343 Juta di Dairi Ternyata Rekayasa, Uang Perusahaan Habis Main Judol
Menurut Syaharuddin, pompanisasi listrik dapat membantu petani meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
“Kami optimis dengan adanya listrik, bisa meningkatkan produktivitas hasil panen petani di sini,” ujarnya.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan Program Electrifying Agriculture merupakan salah satu langkah strategis PLN untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Juga:
PLN UP3 Tanjung Karang Perkuat Pelayanan Pelanggan Lewat Refreshment PS4
“PLN tidak hanya menghadirkan listrik sebagai kebutuhan dasar saja, tetapi juga sebagai energi penggerak produktivitas,” kata Edyansyah.
Menurut Edyansyah, Program Electrifying Agriculture diarahkan untuk membantu petani dan peternak meningkatkan hasil produksi dengan biaya operasional yang lebih efisien.
“Melalui Program Electrifying Agriculture, kami ingin membantu petani dan peternak meningkatkan hasil produksi dengan menghemat biaya operasional,” katanya.