Setelah beralih menggunakan listrik, rata-rata konsumsi energi pompa hanya sekitar 250 kWh per bulan.
Biaya yang dikeluarkan petani turun menjadi sekitar Rp270 ribu per bulan.
Baca Juga:
Korban Begal Rp343 Juta di Dairi Ternyata Rekayasa, Uang Perusahaan Habis Main Judol
Dengan perbandingan tersebut, biaya operasional dapat ditekan hingga lebih dari delapan kali lipat dibandingkan penggunaan bahan bakar sebelumnya.
Ketua Gapoktan Duampanua, Ruslan, mengatakan penggunaan listrik membawa perubahan besar bagi aktivitas pertanian masyarakat.
“Kami merasa sangat terbantu sejak menggunakan listrik untuk pompa air,” ujar Ruslan.
Baca Juga:
PLN UP3 Tanjung Karang Perkuat Pelayanan Pelanggan Lewat Refreshment PS4
Menurut Ruslan, penggunaan listrik membuat petani tidak lagi harus membeli dan mengangkut gas setiap hari.
“Sebelumnya kami harus membeli dan mengangkut gas setiap hari,” ujarnya.
Ia menyebut biaya produksi pertanian kini menjadi jauh lebih ringan setelah pompa irigasi menggunakan listrik.