Menteri Arifin menuturkan upaya-upaya yang akan dilakukan dalam mengejar tujuan tersebut. Salah satu strategi utama yang dilakukan adalah dengan adanya pengembangan EBT secara masif.
Retirement PLT Fosil secara bertahap sesuai dengan umur pembangkit atau bisa lebih cepat (Early Retirement) dengan mekanisme yang tepat.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Mengoptimalkan pemanfaatan energy storage seperti pump storage, Battery Energy Storage System (BESS), dan hydrogen fuel cell secara bertahap mulai 2031.
Opsi penggunaan nuklir direncanakan akan dimulai tahun 2045, dengan kapasitas hingga mencapai 35 GW di tahun 2060.
Meningkatkan keandalan jaringan dengan membangun konektivitas baik dalam maupun antar pulau serta mengembangkan implementasi smart grid dan smart meter.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Serta, transformasi melalui substitusi penggunaan energi melalui intensifikasi kompor listrik dan pembangunan Jaringan Gas Rumah Tangga.
“Kita juga mendorong penggunaan kendaraan listrik dengan target menghentikan penjualan motor konvensional di tahun 2040 dan mobil konvensional di tahun 2050, serta penyediaan transportasi umum yang lebih masif,” tutupnya. [aas]